Anak kedua saya yang biasa dipanggil KD (maksudunya bisa menjadi KK, bisa juga menjadi DD) masih kelas 6 SD, barusan laporan..
👧: "Pak, IG aku diblokir"
👨: "Karena apa?"
👧: "Belum cukup umur"
👨: "Lah, emang iya.. (dalam hati)
FYI, Semua 𝑒-𝑚𝑎𝑖𝑙 anggota keluarga memang saya yang buat.. Bukan karena mereka gak bisa bikin alias gaptek tapi karena saya mau semua kegiatan online mereka terpantau di HP saya. Saya juga tidak pernah memanipulasi usia saat membuat 𝑒-𝑚𝑎𝑖𝑙 anak.
𝗕𝘂𝗸𝗮𝗻 𝗺𝗮𝗸𝘀𝘂𝗱 𝘂𝗻𝘁𝘂𝗸 𝗺𝗲𝗻𝗴𝗲𝗸𝗮𝗻𝗴, 𝘁𝗮𝗽𝗶 𝗷𝗮𝗱𝗶 𝗕𝗮𝗽𝗮𝗰𝗸𝟮 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗱𝗶𝗸𝗲𝗹𝗶𝗹𝗶𝗻𝗴𝗶 𝗲𝗺𝗽𝗮𝘁 𝗽𝗲𝗿𝗲𝗺𝗽𝘂𝗮𝗻 𝗶𝘁𝘂 keren, Coeg..
Saya bebaskan mereka untuk bermedsos ria, 𝑝𝑙𝑎𝑡𝑓𝑜𝑟𝑚 apa saja gak ada larangan karena memang sudah zamannya, asalkan pake prinsip "𝗕𝗘𝗕𝗔𝗦 𝗕𝘂𝗸𝗮𝗻 𝗕𝗲𝗿𝗮𝗿𝘁𝗶 𝗕𝗔𝗕𝗟𝗔𝗦"
👨: "KD buka konten dewasa?" pertanyaan 𝑎𝑏𝑠𝑢𝑟𝑑, karena saya bisa lihat dari hp saya sendiri.
👧: "Gak Lah.."
👨: "konten kekerasan, 𝐵𝑜𝑑𝑦𝑠ℎ𝑎𝑚𝑖𝑛𝑔, ikut sebar 𝐻𝑜𝑎𝑥, 𝑈𝑝𝑙𝑜𝑎𝑑 sesuatu yang dilarang, gituh..?"
Tadinya mo saya tambahin dengan pertanyaan "Jadi Kritikus?" tapi pasti gak mungkinlah.. Mosok dia krisis Identitas biar dianggap kritis oleh teman2nya. (Padahal tempat orang2 Kritis di ICU).
👧: "Gak.., 𝑈𝑛𝑏𝑙𝑜𝑐𝑘𝑖𝑛 Pak" sambil menyodorkan HPnya
👨: "Lah, ini koq ada dua 𝑒-𝑚𝑎𝑖𝑙?" pura2 kaget
👧: "Iya, Aku coba bikin 𝑒-𝑚𝑎𝑖𝑙 baru, pake usia remaja"
Nilai positifnya : Inisiatif 👍
Nilai negatifnya : nge-𝐶ℎ𝑒𝑎𝑡👎
👨: "ini sudah bapak 𝑈𝑛𝑏𝑙𝑜𝑐𝑘𝑖𝑛 .." sambil mengembalikan HPnya
👨: "mulai hari ini HP KD cuma bisa operasional selama enam jam, setelah enam jam HP otomatis terkunci , kecuali hari sabtu operasionalnya 𝑢𝑛𝑙𝑖𝑚𝑖𝑡𝑒𝑑"
👨: "Jam 12 Malem otomatis 𝑠ℎ𝑢𝑡𝑑𝑜𝑤𝑛, Jam 6 pagi otomatis 𝑆𝑡𝑎𝑟𝑡𝑢𝑝."
👨: "Setingannya cuma bisa dari HP Bapak"
👧: "Makasih Pak" terima HP sambil berlalu
Lah..., Dihukum malah bilang terima kasih..😤
Bisa dibaca juga di https://web.facebook.com/a9un9p

No comments:
Post a Comment