Subuh, mataku terpejam
Dini hari yang membosankan
Kupaksakan diriku
Melawan segala derita
Kupadukan semangat dan bahagiaku
Kugerakkan pilar kokoh ini
Kuputar samudra kecil yang keruh
Kudatangi keramaian, kudapati kesunyian
Dalam kehampaan, Menenangkan…
Kusadari segala perasaan
Masih menunggu….
Sajak a9un9p
10 August 2008
05 August 2008
Bintang di Juanda
Harapan luluh lantak
Bintang di Juanda bergeser lebih cepat
Bukan hanya aku yang meratap
Mereka yang lemah
Yang letih karena rindu
Mengubur kecewa
Mungkinkah bintang membuat pasang
Hingga menyegarkan bibir pantai
Sekuntum melati menebar aroma busuk
Jauh sudah kebebasan itu
Tertatih menjalani hari esok
Tanpa semangat
Sajak a9un9p
Bintang di Juanda bergeser lebih cepat
Bukan hanya aku yang meratap
Mereka yang lemah
Yang letih karena rindu
Mengubur kecewa
Mungkinkah bintang membuat pasang
Hingga menyegarkan bibir pantai
Sekuntum melati menebar aroma busuk
Jauh sudah kebebasan itu
Tertatih menjalani hari esok
Tanpa semangat
Sajak a9un9p
01 August 2008
Agustus ‘08
Laju Gumarang terhenti di Pasar Turi
Deru truk tua menunggu
Bersama menyusuri jalan
Menuju Juanda
Panas matahari pagi itu
Masih membuatku semangat
Panas matahari pagi ini
Membuatku memberontak
Kebahagianku terenggut
Tubuhku letih berjalan
Kakiku lelah berlari
Terkurung keramaian yang menjemukan
Sedikit bahagia kudapat
Kuraih suara cintamu
Tenangkan gemuruh di dada
Walau ada banyak derita
Duhai Kekasihku di Jakarta
Kemungkinan akhir itu ada
Pasti tiba
Gelap membuatku tersiksa
Sajak a9un9p
Deru truk tua menunggu
Bersama menyusuri jalan
Menuju Juanda
Panas matahari pagi itu
Masih membuatku semangat
Panas matahari pagi ini
Membuatku memberontak
Kebahagianku terenggut
Tubuhku letih berjalan
Kakiku lelah berlari
Terkurung keramaian yang menjemukan
Sedikit bahagia kudapat
Kuraih suara cintamu
Tenangkan gemuruh di dada
Walau ada banyak derita
Duhai Kekasihku di Jakarta
Kemungkinan akhir itu ada
Pasti tiba
Gelap membuatku tersiksa
Sajak a9un9p
Subscribe to:
Comments (Atom)